• SMA NEGERI 1 SEMAU SELATAN
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Pulihkan Aku

 

 

Oleh: Vivi Adriyani Hawai 

 

Penciptaku,

Bolehkah aku mengadu padamu?

Ini tentang manusia-manusia itu

Tentang bagaimana penghunimu itu memperlakukanku

Kata mereka aku adalah rumahnya

Kata mereka aku adalah sumber hidup 

Rumah tapi tak dirawatnya

Rumah tapi  diabaikannya

Kini aku sakit dan kinipun mereka juga merasakannya

 

 

Aku merenungi keadaan saat ini dan rasanya begitu sakit melihat semuanya itu. Mengapa manusia begitu kejam kepadaku? Entah itu para manusia pelaku kepentingan, para kapitalis atau perorangan yang tak memahami arti kehadiranku. Bahkan entah manusia itu sekedar menyadari atau tak menyadari sama sekali perbuatannya. Memang benar tidak semua manusia memperlakukanku dengan tidak benar, masih ada manusia-manusia penghuniku yang menjaga dan merawatku.

Aku kecewa dengan manusia yang memanfaatkanku tapi tak merawatku, mereka malahan hanya melukai yang ada padaku bahkan penghuni lainnya. Aku hanya bisa melihat bagaimana manusia itu memperlakukanku, bagaimana mereka mengurasku seperti darah yang dihisapnya dan hanya meninggalkan tulang. Aku sakit sekali melihat bagaimana mereka membuatku dan segala yang ada di dalamku, membakarku dengan hebatnya, menebang aku, menguras yang ada padaku, mengotoriku, merusakiku, bahkan memusnahkan yang ada padaku. Mungkin saja sebagian para manusia kapitalis, pemangku kepentingan lebih memilih aku lenyap daripada lenyapnya usahanya, lenyapnya kepentingan atau apapun itu meski itupun merugikan aku dam manusia lainnya. Kenyataannya keserakahan tak memandang apapun lagi, sungguh sangat menyakitkan rasanya.

Dalam teduh maupun hiruk pikuk yang terjadi, aku hanya bisa melihat dan mendengar perkataan-perkataan di antara mereka.

“Sudahlah, ini mempunyai keuntungan yang banyak” ucap para manusia berkapitalis yang membangun usaha dengan sejuta kepentingan tanpa melihat resiko kerusakan padaku ataupun yang merugikan penghuni lain  

“ aku hanya membuang sampah sedikit saja” ucap berjuta manusia yang tak menyadari bahwa aku akan kotor dan berujung resiko bagi mereka pula

“ Ahh tak apa-apa, gak bakal habis, kita kaya akan sumber daya alam” kata mereka yang entah meremehkan atau tidak menyadari bahwa mereka seolah menikmatinya sendiri tanpa mengingat masih ada kehidupan setelah mereka, entah anak cucunya atau siapapun itu.  

Aku kecewa dengan manusia itu , meski sejujurnya mereka penghuni yang aku sayangi, mereka tinggal di dalamku dan memanfaatkanku tapi tak merawat dan memilihara. Padahal aku tak pernah melarang untuk memanfaatku, tapi tidak dengan maksud untuk merusakku dengan mengisi keserakahan mereka.

Mereka sibuk dengan urusan dan kepentingannya. Para manusia itu menganggap menang atas aku karena semua yang diinginkan telah didapatkan dari padaku. Namun mereka tak menyadari bisa saja kemenangan yang di banggakan itu akan terhapus oleh  karena hasil-hasil perbuatan mereka yang menyakiti dan merusakiku. Mereka meremehkan apa yang dilakukan.

Namun kini aku bersedih, bukan tentang sakit dan lukaku saja tapi tentang apa yang menimpa mereka saat ini. Aku ikut berduka dengan keadaan yang terjadi pada mereka. Kesakitanku berujung mereka rasakan juga meski berbeda luka. Beberapa waktu mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena pandemi virus melalui udara yang sedang menimpa, mereka menyebutnya dengan covid-19.  

Keadaan covid-19 membuat akhirnya berdampak pada kehidupan mereka, kehidupan yang semula bebas kini terbatasi oleh karena untuk mecegah penularan virus ini. Perubahan pola kehidupan ini juga akhirnya mempengaruhi segi kehidupan manusia, mulai dari bidang sosial,ekonomi, dan banyak hal. Sungguh menyedihkan melihat manusia saat ini,meski sekejap aku juga diberikan ruang untuk dapat beristirahat sejenak untuk dapat memulihkan diri .

Semoga manusia sang penghuni yang berakal memahami kejadian ini dan menghargai kehadiranku. Pulihkan aku dan kita semua akan pulih.

Aku tau bahwa penciptaku tau apa yang telah terjadi, tapi begitulah pencipta ku selalu penuh pengasihan dan penuh kasih pada semua ciptaanya.

 

Tuan dan nyonya terhormatku

Bisakah kamu peduli denganku?

Bila tak bisa merawatku jangan merusaki yang ada padaku, itu saja.

Tolong jangan sakiti aku dengan perlakuanmu itu

Bukankah semakin aku terluka kaupun juga akan terluka?

Jangan menyakiti lagi

Pintaku padamu, pulihkan Aku

Kita sama-sama pulih

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Hebat, inilah profil tim debat XII IPA 2 yang berhasil menjuarai lomba debat Bahasa inggris

  Oleh: Winda Elma Susang Holbala   Lagi-lagi kelas XII IPA 2 berhasil mengharumkan nama kelasnya. Kali ini giliran Tim debat Bahasa inggris yang menjuarai lomba debat &nbs

15/11/2022 19:41 - Oleh AHMAD BUDI ARIANTO - Dilihat 712 kali
Bakat Tersembunyi Maya Ayu Lestari

Oleh: Apriliani Mami Pong Tanggal 25-27 Oktober lalu, SMA Negeri 1 Semau Selatan merayakan bulan bahasa dengan menggelar berbagai mata lomba. Diantaranya, lomba paduan suara, solo putr

15/11/2022 05:00 - Oleh HANA LAUPADA, S.Pd - Dilihat 540 kali
Hebat, Tim Debat XII IPA 2 Berhasil Raih Juara 2 di Perayaan Bulan Bahasa

Reporter: Jenawati Lapaan Siswa kelas XII IPA 2 kembali mengharumkan nama kelasnya. Kali ini Tim Debat berhasil menjadi juara ke 2 dalam lomba debat bahasa Indonesia tingkat sekolah ya

01/11/2022 20:14 - Oleh HANA LAUPADA, S.Pd - Dilihat 709 kali
XII IPA 2 Juara Umum Lomba Bulan Bahasa

  Reporter: Erlana Susang Semau Selatan, – Kelas XII IPA 2 meraih prestasi gemilang pada perayaan bulan bahasa yang diselenggaran oleh SMA Negeri 1 Semau Selatan yang

31/10/2022 15:15 - Oleh HANA LAUPADA, S.Pd - Dilihat 718 kali
Sempat Kesulitan Mencipta Puisi, Sinta Raih Juara 1 Lomba Cipta, Baca Puisi.

Reporter: Admin Pahlelo,  Sinta  tidak menyangka dirinya menjadi Juara 1 dalam lomba cipta, baca puisi pada perayaan bulan Bahasa SMAN 1 Semau Selatan. Padahal, satu min

28/10/2022 20:53 - Oleh AHMAD BUDI ARIANTO - Dilihat 825 kali
Seni Hidup

  Banyak hal dari kita yang menganggap Hidup merupakan sebuah perjalanan yang melelahkan dan tidak berarti. Namun banyak juga dari kita yang meninginkan waktu yang lebih lam untuk

01/10/2022 10:51 - Oleh FIANDA SELAN, S.MG - Dilihat 359 kali
Seni Hidup

  Banyak hal dari kita yang menganggap Hidup merupakan sebuah perjalanan yang melelahkan dan tidak berarti. Namun banyak juga dari kita yang meninginkan waktu yang lebih lam untuk

01/10/2022 10:50 - Oleh FIANDA SELAN, S.MG - Dilihat 274 kali
Untukmu Mama Oa Bengan

  Disetiap keringatmu yang jatuh membasahi bumi Engkau selalu memberikan perjuanganmu untuk kami Disetiap doamu di kala sepi Engkau selalu sisikan nama kami Dan,.........dalam

01/10/2022 10:11 - Oleh ANGELINA TUTO, S.Ag - Dilihat 377 kali
Kata Bijak

Manusia boleh melupakan beribu kebaikkan hanya dengan satu kesilapan namun Allah mampu mengampunkan beribu kesalahan hanya dengan satu sesalan.

01/10/2022 10:09 - Oleh ROLI LIKU, S.Pd - Dilihat 240 kali
PENTINGNYA PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH

pancasila merupakan dasar negara Indonesia.Nilai- nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai pedomaan yang mendasari sikap dalam berbangsa dan bernegara.Pancasila digali dari nilai-

01/10/2022 10:01 - Oleh MARIA YANTI DOA, S.Pd - Dilihat 428 kali